Produk yang direkomendasikan

Glass Encapsulated Thermistor
NTC 100K Insulation Film Thermistor
NTC Glass Axial Thermistor
NTC Epoxy Bead Type Thermistor
New Energy Battery NTC Temperature Sensor

Apa itu Sensor Suhu NTC untuk tubuh manusia?

10 Juli 2024

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, tubuh manusia Sensor Suhu NTC secara bertahap menjadi komponen penting di berbagai sektor, termasuk kesehatan medis, keselamatan publik, dan rumah pintar. Pengukuran suhu manusia yang tidak akurat tidak hanya dapat memengaruhi diagnosis medis tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan publik yang serius.
 
  1. Sensor Suhu Inframerah
Sensor suhu inframerah mengukur suhu dengan memanfaatkan energi inframerah yang dipancarkan oleh objek. Suhu permukaan benda yang berbeda sesuai dengan intensitas radiasi inframerah yang berbeda-beda. Sensor ini menerima dan memproses sinyal inframerah ini untuk menghitung suhu objek. Menampilkan pengukuran suhu non-kontak, sensor inframerah unggul dalam situasi di mana kontak tidak nyaman atau pembacaan suhu yang cepat diperlukan. Namun, mereka mungkin mengalami beberapa ketidakakuratan karena faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, dan emisivitas permukaan. Mereka banyak digunakan di bidang medis untuk mengukur suhu tubuh, memantau perubahan suhu bedah, dll. Mereka juga menemukan aplikasi di rumah pintar untuk pemantauan suhu dalam ruangan dan dalam manajemen keselamatan untuk alarm kebakaran.
 
  1. Sensor Termistor
​​​​​​​​​​​​​​
Sensor termistor mengukur suhu dengan mendeteksi perubahan nilai resistansi. Jenis umum termasuk termistor Koefisien Suhu Negatif (NTC) dan Koefisien Suhu Positif (PTC). Termistor NTC menurun resistansi saat suhu naik, sedangkan termistor PTC berperilaku berlawanan. Sensor termistor menawarkan sensitivitas tinggi dan waktu respons yang cepat, membuatnya cocok untuk situasi yang membutuhkan pengukuran suhu yang cepat dan tepat. Namun, pengukurannya dapat terpengaruh di lingkungan dengan kelembaban tinggi atau di mana ada interferensi elektromagnetik yang kuat karena kemampuan anti-interferensi yang lebih lemah. Mereka banyak diterapkan dalam pemantauan suhu peralatan elektronik, peralatan rumah tangga seperti AC dan lemari es, dan perangkat medis untuk pemantauan suhu tubuh, terutama di unit perawatan darurat dan intensif.
 
  1. Sensor Termopile
​​​​​​​
Sensor termopile menggunakan efek termoelektrik untuk mengukur suhu. Terdiri dari beberapa termokopel yang dihubungkan secara seri, mereka menghasilkan potensial termoelektrik ketika mengalami perbedaan suhu di salah satu ujung elemen penginderaan, memungkinkan perhitungan suhu. Mereka unggul dalam sensitivitas dan akurasi tinggi, bahkan mendeteksi perubahan suhu yang sangat kecil. Namun, waktu respons yang relatif lambat dan biaya yang lebih tinggi membatasi penggunaannya dalam aplikasi berbiaya rendah dan respons cepat. Sensor termopile umumnya digunakan dalam bidang pengukuran suhu presisi tinggi seperti penelitian laboratorium dan kontrol suhu lini produksi yang tepat. Mereka juga menemukan aplikasi dalam perangkat medis, seperti termometer akurasi tinggi dan termometer telinga inframerah.
 
  1. Sensor Suhu Serat Optik
​​​​​​​
Serat optik sensor suhu Tentukan suhu dengan mengukur perubahan cahaya yang dipantulkan dalam serat optik, memanfaatkan sifatnya yang sensitif terhadap suhu. Prinsip kerja mereka didasarkan pada efek hamburan Brillouin atau hamburan Raman. Sensor ini memiliki akurasi tinggi, ketahanan terhadap interferensi elektromagnetik, dan ketahanan korosi, sehingga cocok untuk lingkungan yang keras. Namun, proses manufakturnya yang kompleks dan biaya tinggi membatasi penggunaannya pada aplikasi kelas atas. Mereka banyak digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir, industri petrokimia, dan eksplorasi ruang angkasa.
 
  1. Sensor Suhu Sirkuit Terpadu
​​​​​​​
   Sensor suhu sirkuit terpadu (IC) Mengintegrasikan pengukuran suhu, pemrosesan sinyal, dan sirkuit keluaran ke dalam satu chip, memanfaatkan karakteristik listrik yang bergantung pada suhu dari bahan semikonduktor. Mereka kecil, berdaya rendah, dan mudah diintegrasikan ke dalam berbagai perangkat elektronik. Namun, kisaran suhu dan akurasinya terbatas, membuatnya cocok untuk aplikasi pemantauan suhu presisi sedang hingga rendah. Sensor suhu IC banyak digunakan dalam elektronik konsumen, elektronik otomotif, perangkat pintar yang dapat dikenakan, dan perangkat pemantauan kesehatan portabel medis dan instrumen medis implan.
 
  1. Sensor Suhu MEMS
​​​​​​​
MEMS (Sistem Mikro-Elektro-Mekanis) sensor suhu Mengintegrasikan fungsi pemrosesan mekanis, elektronik, dan sinyal ke dalam chip kecil, memanfaatkan karakteristik efek termoelektrik, termistor, atau struktur mikro lainnya yang bergantung pada suhu untuk mengukur suhu. Mereka menawarkan miniaturisasi, konsumsi daya rendah, dan kemudahan produksi massal, menjadikannya ideal untuk aplikasi portabel dan tertanam. Namun, proses pembuatannya kompleks, dan presisi serta kisaran suhunya relatif terbatas. Mereka banyak digunakan di perangkat seluler, rumah pintar, dan sistem otomasi industri. Dalam kedokteran, sensor suhu MEMS dapat ditemukan dalam deteksi suhu tubuh instan dan perangkat pemantauan kesehatan yang dapat dikenakan.